Tadi sore baru nonton TV bareng-bareng anak-anak di Disney Channel, kebetulan ada film Tarzan-nya Disney. Kami sekeluarga suka sekali … apalagi lagu-lagunya Phil Collins bikin film itu jadi tambah menyenangkan.
Sambil nonton, aku jadi teringat komentar salah seorang sahabatku dulu,
Lucu ya Tarzan tuh … tinggal bertahun-tahun di hutan kok bisa ya mukanya kelimis dan cakep gitu ?
Hahaha … betul juga!
Aku jadi ingat film Tarzan versi Johnny Weizmuller. Itu pun tetap Tarzan dengan tampilan kelimis, putih, bersih, cakep. Untuk konsumsi film sih memang kelihatannya dibutuhkan penampilan yang seperti itu ya. Bayangkan saja kalau film Tarzan dibuat dengan versi mendekati sebenarnya, contohnya film perang ala Braveheart-nya Mel Gibson, atau yang juga agak lumayan trilogi The Lord of the Ring.
Lucunya, sebenarnya hal ini menunjukkan memang terkadang kita sebagai penikmat film lah yang menciptakan kebutuhan akan tontonan yang enak dipandang semata, dan bukannya hal-hal yang bersifat nyata. Kalau mau yang ‘nyata’, sehari-hari toh bisa kita dapatkan dari tayangan program berita di stasiun televisi yang ada, atau fitur semacam reality show.
Yaaah .. kembali lagi pada kebutuhan akan ‘mimpi’ sejenak. Saatnya kembali ke dunia nyata, pindahkan saluran televisi ke program berita.