Hai .. i’m back! Sebulan lebih rasanya … mood belum kembali normal, untuk menulis maksudku. Sebetulnya banyak sekali isi kepala ingin dituangkan (hih .. ember kalee!), tapi ya itu tadi … mood belum pas. Mungkin juga karena emosi masih banyak berperan pada banyak hal, dan aku mencoba untuk konsisten, selalu menulis tanpa pengaruh emosi.
Ada yang bilang, kita bisa menjadi sangat kreatif apabila sedang jatuh cinta. Hmm … rasanya sih tidak ya ? Kupikir, malah kadang kreatifitas bisa sangat meletup2 apabila kita sedang marah, atau bahkan sedih. Apapun bentuk karya kreatif yang tercipta, tentunya akan menunjukkan karakter, suasana hati, emosi sang pencipta. Lihat saja Van Gogh, misalnya, atau Beethoven, you name it lah … ! Hehehe gaya banget, cuma nulis beginian aja .. sok jadi karya kreatif. Whatever deh .. pada pokoknya, aku ingin menulis se-obyektif mungkin.
Nah, untuksementara ini, aku belum bisa bercerita apapun deh. Eh salah … belum ingin. Masih banyak perasaan sedih, kecewa, gembira, dan jatuhcinta ( … halah … ) menggebu-gebu, yang tentunya akan mempengaruhi obyektifitas-ku. Kan katanya … semua yang berlebih bisa menjadi tidak ‘baik’. Kata sahabatku sih … ingat dong sama Brian May “too much love will kill you”
(padahal aku sih feels like singing Overjoyed-nya Stevie Wonder).
Ya sudah … sementara ikutan dulu nasehatnya Mr. May, selama masih overloaded oleh emosi, kita hold dulu aja ya … adios!