Archive for December, 2008

my december

Posted in Artikel with tags , on December 13, 2008 by dessirajino

Cihuyyyy … udah bulan Desember lagi (hihihi … telat yah ?! sekarang udah pertengahan bulan lagee .. biarin!).

Ehmmm … memori bulan Desember-ku berkisar antara hari-hari hujan-mendung kelabu, pohon rambutan di halaman depan mulai berbuah, ulangtahun, aroma natal (segala pernak-pernik hingga bau masakan memenuhi ruangan), sibuuuk  … antara lain kaastengels n chocolate pudding made-by-me kesukaan keluarga hingga teman dekat, family visits, christmas choir, late-night family gathering selesai misa malam natal … but definitely no christmas presents :( … dan masih banyak lagi, tentunya.

Segala kegembiraan itu tentunya diikuti dengan reminder … hayo, udah ngaku dosa belum (halah … pengakuan dosa? minimal dua kali setahun, natal dan paskah) ? Dulu waktu masih kecil, menerima sakramen pengakuan dosa cuma sekadar formalitas buatku, hanya sebagai kewajiban rutin tanpa pemahaman lebih mendalam. Semakin dewasa, semakin berat rasanya kakiku melangkah menuju ruangan kecil berbatas sekat tembus pandang itu.

Bukan karena merasa semakin bertambahnya hal yang harus kuakui sebagai suatu ‘kesalahan’, tapi kenyataan harus mengakuinya di hadapan orang lain .. mungkin itu yang membuat langkahku tertahan. Berdoa, bercakap-cakap dengan Tuhan-ku secara pribadi .. di dalam hati .. mungkin terasa lebih ‘mudah’ karena physically aku berhadapan dengan diriku sendiri.  Mungkin karena itu lah .. maka dibuat sistem pengakuan dosa ‘di hadapan orang lain’. Jika berani menyatakan di depan seorang saksi hidup, maka semestinya kita juga sanggup memaafkan, membuat komitmen atau resolusi perbaikan-diri … yang konsekuensinya, harus melaksanakan tanpa kecuali.

Kupikir … hal itu lah yang paling membuatku ragu. Sanggupkah aku melaksanakan resolusi perubahan-diri dari kesalahan yang kulakukan namun tak sanggup kuakui itu ? Pada usiaku seperti sekarang, aku menjadi paham kenapa dulu ibuku selalu berlinang air mata setiap kali ia keluar dari ruang pengakuan dosa (karena hal itu pun kualami sebelum Paskah hampir tiga tahun yang lalu sesudah 10 tahun tidak pernah … dan sejak itu belum lagi aku berani mengalaminya kembali).  :(

So … it’s December already.

Selain semua persiapan itu … aroma Natal, latihan koor, serta segala kunjungan … sanggupkah aku memantapkan langkahku memasuki ruang kecil bersekat itu kembali ?

Terima kasih, sahabat …

Posted in 1 on December 3, 2008 by dessirajino
This is really true … kudapat dari para sahabat lewat beberapa email.
Thank you for being my true friend. -dr-
Pada suatu hari, seorang wanita muda yang baru saja menikah mengunjungi ibunya, Mereka duduk di sebuah sofa dan menikmati segelas air teh dingin.Ketika mereka sedang berbincang-bincang mengenai kehidupan, pernikahan, tanggung jawab dalam hidup serta kewajiban, sang ibu dengan perlahan menaruh sebongkah es batu ke dalam gelasnya dan menatap wajah anak perempuannya. “Jangan lupakan sahabat-sahabat wanitamu.”  nasihatnya, sambil mengaduk-ngaduk daun teh di bawah gelasnya. “Mereka akan menjadi orang yang penting bagimu, ketika usiamu makin tua. Tidak peduli seberapa dalam kau mencintai suamimu, seberapa banyak anak-anak yang kau miliki, kau masih tetap harus memiliki sahabat wanita.
Ingatlah untuk berjalan-jalan bersama mereka, melakukan hal bersama- sama dengan mereka. Dan ingat bahwa mereka bukan hanya sekedar sahabat wanitamu, tetapi mereka akan menjadi saudara, anak dan yang lainnya. Kau akan membutuhkan sosok wanita yang lain. Wanita selalu begitu.”

“Sungguh nasihat yang aneh,” pikir si wanita muda. “Bukankah aku baru saja menikah? Bukankah aku baru saja bergabung dalam dunia pasangan-pasangan muda? Sekarang saya adalah seorang istri, orang dewasa, bukan anak perempuan kecil yang memerlukan teman main perempuan lainnya! Tentu saja keluarga yang akan kami bina dapat membuat hidup saya lebih berarti.”

Tetapi, ia mendengarkan nasihat ibunya; ia terus berhubungan dengan sahabat-sahabat wanitanya dan bertemu dengan semakin banyak sahabat setiap tahun. Ketika tahun demi tahun berlalu, ia mulai merasakan betapa benar nasihat yang diberikan ibunya. Ketika waktu dan keadaan mengubah keberadaan mereka sebagai wanita dengan segala misterinya, sahabat-sahabat wanitanya tetap berada dalam kehidupannya.

Setelah hidup selama 50 tahun dalam dunia ini, inilah fakta-fakta yang saya dapatkan dari memiliki sahabat wanita:

Sahabat wanita akan menjaga rahasiamu.
Sahabat wanita akan memberikan nasihat ketika kau membutuhkannya.
Sahabat wanita tidak selalu mengatakan apa yang kau lakukan benar, tetapi mereka bersikap jujur.
Sahabat wanita akan terus mengasihimu, meskipun ada perbedaan pendapat.
Sahabat wanita akan tertawa bersama-sama denganmu, dan lelucon kosong sama sekali tidak diperlukan hanya untuk sebuah tawa.
Sahabat wanita akan menolongmu keluar dari hubungan-hubungan yang buruk.
Sahabat wanita menolongmu mencarikan rumah tinggal yang baru, membantu mengepak barang dan pindah.
Sahabat wanita akan membantu membuat sebuah pesta untuk anak-anakmu mereka menikah atau memiliki anak, manapun yang lebih dulu terjadi.
Sahabat wanita akan selalu berada di sampingmu, dalam suka maupun duka.
Sahabat wanita akan menempuh badai, topan, panas, dan kegelapan untuk mengeluarkan kau dari keputusasaan.
Sahabat wanita akan mendengarkan ketika kau kehilangan pekerjaan atau seorang kawan.
Sahabat wanita akan mendengarkan ketika anak-anakmu mengecewekanmu.
Sahabat wanita akan menangis bersamamu ketika orang yang dikasihimu meninggal.
Sahabat wanita menghiburmu ketika kau dikecewakan oleh banyak dalam kehidupanmu.
Sahabat wanita membantumu untuk bangkit kembali ketika pria kau cintai pergi meninggalkanmu.
Sahabat wanita senang ketika mereka melihatmu bahagia, dan bersedia mencari dan melemparkan apa yang tidak membuatmu bahagia.

Waktu berlalu…Kehidupan berjalan..Jarak memisahkan.. .Anak-anak beranjak dewasa..
Cinta hilang dan pergi..Hati yang hancur..Karir berakhir..Pekerjaan berganti..
Orang tua meninggal..Rekan- rekan melupakan kebaikan..

TETAPI,  sahabat-sahabat wanita akan terus mendampingimu,  meskipun waktu dan jarak yang terpaut sangat jauh. Sahabat wanita tidak akan lebih jauh dari orang-orang yang membutuhkan.

TERIMA KASIH SAHABAT….. ……

too much love will kill you

Posted in Artikel with tags , , on December 2, 2008 by dessirajino

Hai .. i’m back! Sebulan lebih rasanya … mood belum kembali normal, untuk menulis maksudku. Sebetulnya banyak sekali isi kepala ingin dituangkan (hih .. ember kalee!), tapi ya itu tadi … mood belum pas. Mungkin juga karena emosi masih banyak berperan pada banyak hal, dan aku mencoba untuk konsisten, selalu menulis tanpa pengaruh emosi.

Ada yang bilang, kita bisa menjadi sangat kreatif apabila sedang jatuh cinta. Hmm … rasanya sih tidak ya ? Kupikir, malah kadang kreatifitas bisa sangat meletup2 apabila kita sedang marah, atau bahkan sedih. Apapun bentuk karya kreatif yang tercipta, tentunya akan menunjukkan karakter, suasana hati, emosi sang pencipta. Lihat saja Van Gogh, misalnya, atau Beethoven, you name it lah … ! Hehehe gaya banget, cuma nulis beginian aja .. sok jadi karya kreatif.  Whatever deh .. pada pokoknya, aku ingin menulis se-obyektif mungkin.

Nah, untuksementara ini, aku belum bisa bercerita apapun deh. Eh salah … belum ingin. Masih banyak perasaan sedih, kecewa, gembira, dan jatuhcinta ( … halah … ) menggebu-gebu, yang tentunya akan mempengaruhi obyektifitas-ku. Kan katanya … semua yang berlebih bisa menjadi tidak ‘baik’. Kata sahabatku sih … ingat dong sama Brian May “too much love will kill you” :)   (padahal aku sih feels like singing Overjoyed-nya Stevie Wonder).

Ya sudah … sementara ikutan dulu nasehatnya Mr. May, selama masih overloaded oleh emosi, kita hold dulu aja ya … adios!