the simple things just are ..

Hey, time won’t wait
Life goes by
Every day’s a brand new sky
Every tear comes to dry
All that really matters in this crazy world
Is you and I together, baby just remember…

The first leaves of the tree,
The way you look at me,
A thousand chiming church bells ring
The simple things are free
The sun, the moon, the stars,
The beating of two hearts
How I love the simple things,
The simple things just are

So here we go
Let’s just dance
Teach my soul to take this chance
Put my heart in your hands
Out of all the moments that we leave behind
Turn around and tell me baby we’ll remember…

The thunder and the rain,
The way you say my name
After all the clouds go by the simple things remain
The sun, the moon, the stars,
The beating of two hearts
How I love the simple things,
The simple things just are

Oh, the ocean and the sky
The way we feel tonight
I know that it’s the love that brings the simple things to light
The sun, the moon, the stars,
The beating of two hearts
I love the way the simple things,
The simple things just are

Keep your thoughts positive because your thoughts become your words.
Keep your words positive because your words become your behaviors.
Keep your behaviors positive because your behaviors become your habits.
Keep your habits positive because your habits become your values.
Keep your values positive because your values become your destiny.

Mahatma Gandhi

Sebetulnya udah lamaaa banget pengen nulis tentang topik ini … nama-name-nom-nombre-naam …

What’s in a name?

That which we call a rose,
By any other name would smell as sweet

[Shakespeare - "Romeo and Juliet"]

Blaaah, gaya banget lu, des. Shakespeare segala, jo’ …

Pertama, membaca tulisan teman di FB notes-nya [thanks, Dita Wibisono], yang bercerita tentang tren penggunaan nama sesuai jaman, lalu yang sebelumnya -ini yang menarik buatku- kecenderungan untuk kehilangan ‘nama’ kita sendiri.

Kedua, teringat duluuu .. aku selalu geli setiap kali melihat acara anak-anak “Si Unyil” -sekitar tahun 80-an. Pada saat itu, buatku adalah suatu keanehan bahwa ternyata sebutan untuk orangtua si Unyil adalah “pak dan bu Unyil”, orangtua Mei Lan adalah “pak dan bu Mei Lan”, demikian juga orangtua si Ucrit, Usro dll.

Waktu itu komentarku -sambil ngakak, tentunya- selalu :  ”Aneh amat, masa’ nama orangtuanya pakai nama anak sih? Emang ngg punya nama sendiri apa?”

Bertahun2 kemudian, sesudah kawin dan punya anak, ternyata sebutan ku pun berganti. Orang tidak lagi memanggilku dengan namaku sendiri, apalagi dalam lingkungan keluarga. Aku menjadi Mama Miko, nama anakku pertama. Kalau anak kita cukup banyak sih, wajar aja ya privilege itu diperoleh si sulung. Tapi sayang sekali karena aku cuma punya dua anak, maka kasihan sekali ya Renata, karena aku tidak menjadi Mama Renata. ;-)

Terus terang, aku sendiri tidak begitu ngeh dengan perubahan sebutan itu. Manalagi, pada saat itu aku masih bekerja, dan memiliki lingkungan sendiri yang tetap mengenalku sebagai ’si Dessi’. Dan di keluarga Batak, nama istri -walaupun juga sudah memiliki sebutan- tetap eksis sebagai konsekuensi adat. Namun kemudian, sesudah tidak bekerja, lingkunganku pun menjadi agak terbatas pada kehidupan domestik. Pada saat kami pindah ke Bali dan berinteraksi dengan orang-orang ‘baru’, kembali sebutan ini agak membuatku risih. Rupanya di banyak daerah di Indonesia, dan itu pula yang dijadikan acuan pembuatan serial si Unyil, penyebutan dan pemberian gelar atasnama anak adalah umum, lumrah dan wajar.

Kupikir kemudian, seperti juga yang Dita tulis : walah, aku tidak menjadi si Dessi lagi dong ya? Lalu orang akan mengenal kita sebagai mama anu, ibu ini, atau nyonya inu. Kelihatannya untuk budaya masyarakat kita yang patriarki, kecenderungan perempuan tidak lagi menggunakan namanya sendiri akan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Pada saat baru menikah, sempat aku mengganti namaku menggunakan nama keluarga suami sebagai nama belakangku. Walaupun begitu, masih sedikit ‘tidak rela’, tetap mencantumkan inisial ‘R’ sebagai middle initial pengganti nama keluargaku sendiri … so it was Dessi R. Situmorang. Dan diketawain pula oleh iparku [inget nggak, Uli?], secara di keluarga batak [seperti tadi kusebut] nama gadis sang istri tetap eksis dipergunakan di setiap perhelatan resmi. Hal tersebut untuk menunjukkan posisi masing-masing dalam adat istiadatnya.

Lalu, sesudah mengalami banyak hal terkait dengan nama itu sendiri, baik di lingkungan profesi maupun domestik, akhirnya keputusan kembali kepadaku sebagai si empunya nama. With all due respect to my husband, the ancestors, and my foster family … aku tetap menggunakan namaku sendiri. Ups … salah deng, lebih tepatnya kontekstual. Sedang berperan sebagai apakah aku ? Karena kalau tidak, namaku menjadi cukup panjang [Theophila Dessianti Rajino-Situmorang br. Hutabarat alias Nai Miko .. *halaaaaah*] … kartunama-nya boleh dua halaman nggak ya ? *winking*.

01 : My birthday is coming, do you know what i need ?

02 : Yeah … but how do you wrap a life ?

My dear friend, Irene, said that i should wrap it with hope and tag it with joy. Thanks a lot, jeng, it was beautiful … well, at least it really suits my mood right now.

Feels like sharing these jokes :

When I was a child my family were so poor that the only thing I got on my birthday was a year older.

Age is strictly a case of mind over matter. If you don’t mind, it doesn’t matter – Jack Benny

Be kind to your kids, they’ll be choosing your nursing home – unknown

They say that age is all in your mind. The trick is keeping it from creeping down into your body – unknown

“When’s your birthday?”
“July 23.”
“What year?”
“Every year!”

this one’s my favorite … so i’m that old yah? haha :

“I’m giving a ’surprised’ birthday party for you.”
“A ’surprised’ birthday party? What’s that?”
“That’s where I invite a bunch of your friends, and if any of them come, I’ll be surprised!”

It is one of the severest tests of friendship to tell your friend his faults. So to love a man that you cannot bear to see a stain upon him, and to speak painful truth through loving words, that is friendship. -Henry Ward Beecher-

Don’t believe your friends when they ask you to be honest with them. All they really want is to be maintained in the good opinion they have of themselves. -Albert Camus-

A sense of duty is useful in work, but offensive in personal relations. People wish to be liked, not be endured with patient resignation. -Bertrand Russel-

You have been my friend. That in itself is a tremendous thing. I wove my webs for you because I liked you. After all, what’s a life, anyway? We’re born, we live a little while, we die. A spider’s life can’t help being something of a mess, with all this trapping and eating flies. By helping you, perhaps I was trying to lift up my life a trifle. Heaven knows anyone’s life can stand a little of that. [Charlotte on 'Charlotte's Web] -E.B.White-

Tough friendship is not quick to burn, It is explosive stuff. -May Sarton-

It is easier to forgive an enemy than to forgive a friend. -William Blake-

some words that came into my mind as i read all those quotes about friendships are :

trust … conscience … truth … life

that would be the basis of our friendship, dear friend.

so, last but not least, the quote of Ms. May Alcott :

Stay –  is a charming word in a friend’s vocabulary.

buat temen2 gw .. selvi, silvy, vero, nina, imel, dian, novi, shinta etc, etc  .. n all jombloers yang masih suka bertanya sama diri sendiri : where would my soulmate be ? don’ t worry, beibz … you just haven’t met them yet !

I’m not surprised
Not everything lasts
I’ve broken my heart so many times,
I stop keeping track
Talk myself in
I talk myself out
I get all worked up
And then I let myself down
I tried so very hard not to loose it
I came up with a million excuses
I thought .. i thought of every possibility
And I know someday that it’ll all turn out
You’ll make me work so we can work to work it out
And I promise you, kid, that i’ll give so much more than I get
I just haven’t met you yet
Mmmmm ….
I might have to wait
I’ll never give up
I guess it’s half timing
And the other half’s luck
Wherever you are
Whenever it’s right
You come out of nowhere and into my life
And I know that we can be so amazing
And, baby, your love is gonna change me
And now I can see every possibility
Mmmmm ……
And somehow I know that it will all turn out
And you’ll make me work so we can work to work it out
And I promise you, kid, I’ll give so much more than I get
I just haven’t met you yet
They say all’s fair
And in love and war
But I won’t need to fight it
We’ll get it right
And we’ll be united

kutemukan di antara proses searching-browsing-googling-’cimot’ing … hmmm … feels creepy a bit reading this ;-)

Have you ever been in love ? Horrible, isn’t it ?
It makes you vulnerable.
It opens your chest and it opens up your heart and it means that someone can get inside you and mess you up. You build up all these defenses, you build up a whole suit of armor, so that nothing can hurt you.
Then one stupid person, no different from any other stupid person, wanders into your stupid life …
You give them a piece of you. They didn’t ask for it.
They did something dumb one day, like kiss you or smile at you, and then your life isn’t your own anymore.
Love takes hostages. It gets inside you.
It eats you out and leaves you crying in the darkness, so simple a phrase like “maybe we should be just friends” turns into a glass splinter working its way into your heart.
It hurts.
Not just in the imagination.
Not just in mind.
It’s a soul-hurt, a real gets-inside-you-and-rips-you-apart pain.
I hate love.
[Neil Gaiman -  English born American Novelist, Journalist, Children's Author and Comics Writer of American Gods, amongst many others, b. 1960]

Well .. nanti2 kalu kutemukan “how we see love from a more warming-friendly-happy point of view” tentu akan aku share.

Tapi … terus terang aku setuju dengan term vulnerable di atas, walaupun kulihat sebagai kondisi yang terjadi pada setiap hubungan interpersonal. Hubungan pertemanan, persahabatan, profesi, dan -tentunya dalam konteks tulisan di atas- romantis. Setiap relasi interpersonal akan melibatkan emosi, in an either positive or negative way.

Vulnerable -dalam hal ini- kulihat sebagai suatu kondisi ibaratnya kita berdiri di atas … uhm apa ya … an unstable base, sort of. perasaan tidak nyaman, seolah2 sewaktu bisa jatuh karena dasar dimana kita berdiri selalu bergerak dan berubah arah [hehe, mendadak ingat 'sesuatu' .. but naaaah .. skip lah, that's already way past beyond this]. Cerita sekilas2 dari seorang teman dan hasil cimot-ing di atas membuatku teringat perasaan vulnerable tadi. Ke-rentan-an … rasanya bukan menjadi dasar yang cukup mantap bagi keberlangsungan setiap bentuk relasi.

Kaitannya dengan emosi, ke-rentan-an tadi itu tentu akan sangat banyak melibatkan emosi yang  memiliki grafik yang naik turun pula. nah, sekarang …  seberapa mampu seseorang mengalami semuanya itu ?

:) … maaf, kebetulan kali ini aku bukan mau kasih solusi atau apa sih. Cuma ingin melempar issue bahwa kita seringkali mengalami hal ini [... hahahaha, ngg penting banget yah ?!]. Hanya, seringkali kita tutup mata atau menyimpan perasaan2 seperti itu di dasar hati yang paling dalam. Yang kita tidak sadari adalah, perasaan tidak ‘aman’ dan rentan tadi itu bisa sewaktu2 muncul dan malah bisa membuat hubungan tidak menjadi lebih baik .. atau bahkan tambah parah. Hmmmm … hopefully not lah yaw !

Gara2 dengar kabar guru SMAku sakit parah, dan telah memperoleh Sakramen Perminyakan, iseng2 tadi pagi aku googling dan memperoleh materi di bawah ini.

Teringat pula Pakde -kakaknya ibu- yang beberapakali juga memperoleh Sakramen ini. Beliau selalu berkata, bahwa orang2 salah kaprah dengan pengertian “sudah mendapatkan sakramen minyak suci” .. kok semua orang jadi takut dan was-was bahwa kematian sudah menjelang. Menerima minyak suci itu adalah hal yang wajar. Bahkan orang yang ’sehat’ pun bisa menerimanya, kalau dia sudah bisa merasakan bahwa ‘hidup’ dan ‘mati’ adalah satu kesatuan, satu kenyataan, seperti koin [bolak-balik], seperti pemahaman akan Yin dan Yang … sudah ‘blending‘ dengan dirinya. Bahwa manusia hidup adalah manusia yang mati, dan bahwa kematian adalah kehidupan.

Duh .. jadi ingat apa yang disampaikan Rm. Sudri di suatu misa hari Minggu pagi. Kematian adalah hidup itu sendiri. Kalau setiap orang sudah bisa memahami kematian, maka  orang itu menjadi hidup. Dan bahwa kehidupan adalah memahami dan menghayati bahwa kematian ada di setiap kedipan mata ….

SAKRAMEN PERMINYAKAN / PENGURAPAN ORANG SAKIT

Apakah Sakramen Pengurapan Orang sakit itu? Sakramen ini adalah salah satu dari 7 sakramen yang umumnya diberikan Gereja kepada orang yang dalam keadaan bahaya kematian atau orang yang dalam kondisi sakit berat/parah.

Melalui sakramen ini, Tuhan ingin hadir dekat dengan si sakit, melalui Perantaraan Pelayan Gereja. Tanda lahiriah yang meneguhkan itu diharapkan akan menumbuhkan/menguatkan Iman si sakit. Tanda itu terdiri dari penumpangan tangan (tanda perlindungan, penghiburan dan penguatan) dan pengurapan dengan minyak (tanda kedekatan yang meringankan, Tanda Roh Kudus yang menyerupakan Manusia dengan Kristus[Kristus: yang Terurapi]).

Sakramen ini memiliki dasar kitab suci antara lain Mark 6:13 “dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka”; mark 16:18 “mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh”; Yak 5:14-16 “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” dengan Menerima sakramen ini mereka yang sakit mendapat peneguhan bahwa Allah hadir dan mendampingi sehingga mereka percaya bahwa Allah membantu menanggung pula beban si sakit (lih Mat 8:17).

Dengan Menerima Sakramen ini si sakit mau menggabungkan penderitaannya bersama penderitaan Yesus, sehingga jalan salib yang ditempuh si sakit menjadi jalan menuju Paska, dan bila memang kehendak Penyelenggaraan Ilahi maka si sakit bisa kembali sembuh dan pulih seperti sediakala.

Berikut kesaksian Bapa Gereja tentang Sakramen Pengurapan orang sakit:

  • “We beseech you, Savior of all men, you that have all virtue and power, Father of our Lord and Savior Jesus Christ, and we pray that you send down from heaven the healing power of the only-begotten [Son] upon this oil, so that for those who are anointed . . . it may be effected for the casting out of every disease and every bodily infirmity. . . for good grace and remission of sins . . . ” (The Sacramentary of Serapion 29:1).
  • “O God who sanctifiest this oil as Thou dost grant unto all who are anointed and receive of it the hallowing wherewith Thou didst anoint kings and priests and prophets, so grant that it may give strength to all that taste of it and health to all that use it.” Hippolytus of Rome,Apostolic Tradition,5:2(c.A.D. 215),in AT,10
  • “In addition to these there is also a seventh, albeit hard and laborious…In this way there is fufilled that too, which the Apostle James says :’If then, there is anyone sick, let him call the presbyters of the Church, and let them impose hands upon him, anointing him with oil in the name of the Lord; and the prayer of faith will save the sick man, and if he be in sins, they shall be forgiven him.’ ” Origen,Homily on Leviticus,2:4(A.D. 244),in JUR,I:207
  • “[O]f the sacrament of life, by which Christians [baptism], priests [in ordination], kings and prophets are made perfect; it illuminates darkness [in confirmation], anoints the sick, and by its secret sacrament restores penitents.” Aphraates the Persian Sage,Treatises, 23:3(A.D. 345), in CE,V:720
  • “For not only at the time of regeneration, but afterwards also, they have authority to forgive sins. ‘Is any sick among you?’ it is said, ‘let him call for the elders of the Church and let them pray over him, anointing him with oil in the name of the Lord. And the prayer of faith shall save the sick, and the Lord will raise him up: and if he have committed sins they shall be forgiven him.’ ” John Chrysostom,On the Priesthood,3:6(A.D. 386),in NPNF1,IX:48
  • “[The sick] considered a more terrible calamity than disease itself … [instead of allowing] the hands of the Arians to be laid on the heads.” Athanasius, Encyclical Epistle (A.D. 341),in CE,V:720
  • “[this oil]…for good grace and remission of sins, for a medicine of life and salvation, for health and soundness of soul, body, spirit, for perfect strengthening.” Serapion of Thmuis,Anaphora,29:1(A.D. 350),in CE,V:720
  • “They pray over thee; one blows on thee, another seals thee.” Ephraim,Homily 46(ante A.D. 373),in CE,V:720
  • “[I]f some part of your body is suffering…recall also the saying in the divinely inspired Scripture: ‘Is anyone among you ill? Let him call the presbyters of the Church and let them pray over him, anointing him with oil in the name of the Lord. and the prayer of faith will save the sick man, and the Lord will raise him up, and if he be in sins they shall be forgiven.(James 5:14-15)” Cyril of Alexandria,Worship and Adoration,6(A.D. 412),in JUR,III:217
  • “[I]n the epistle of the blessed Apostle James…’If anyone among you is sick, let him call the priests…’. There is no doubt that this anointing ought to be interpreted or understood of the sick faithful, who can be anointed with the holy oil of chrism…it is a kind of sacrament.” Pope Innocent[regn. A.D. 401-416],To Decentius,25,8,11(A.D. 416),in DEN,43
  • “[L]et him who is ill receive the Body and Blood of Christ; let him humbly and in faith ask the presbyters for blessed oit, to anoint his body, so that what was written may be fufilled in him: ‘Is anyone among you sick? Let him bring in the presbyters, and let them pray over him, anointing him with oil; and the prayer of faith will save the sick man, and the Lord will raise him up; and if he be in sins, they will be forgiven him (James 5:14-15)” Ceasar of Arles,Sermons,13(265),3(ante A.D. 542),in JUR,III:285
  • “[A] priest is to be called in, who by the prayer of faith and the unction of the holy oil which he imparts will save him who is afflicted [by a serious injury or by sickness].” Cassiodorus,Complexiones(A.D. 570),in CE,V:7
God bless you, pak Warto …
He will give you strength and always hold you in His hand through every path you take, in His name and the glory of His kingdom.

No worries !!

Hhhh …  enaknya jadi anak2 … sore2 si mbak bilang begitu.

Yup …  setuju banget ! Nggak usah pusing mikirin banyak kerjaan, tapi bisa pusing juga kalau lagi ‘rindu proyek’.  Dari mulai ibu2 RT tiap pagi pusing berdiri bengong di depan gerobak tukang sayur sambil mikir “Duh … masak apa yah hari ini ? Makan ini bosan, yang itu bosan juga”, belum lagi yang pergi kerja harus bangun pagi2 supaya nggak kena macet. Telat satu menit aja, udah keburu kena antrian di lampu merah. Begitu pula sore pulang kerja, udah pusing lagi nggak boleh pulang terlalu sore [nggak mungkin ya .. kalau nggak mau di'sret' *gaya potong leher*], atau kemalaman. Belum lagi mikir beban pekerjaan serta kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan peran kita masing-masing.

Well .. well .. that’s life, my friend !

Aku jadi teringat peristiwa tadi siang.  Saat menjemput anak2 pulang sekolah, mendadak hujan turun deras, dengan butiran yang besar dan angin kencang. Sebagai orangtua, yang pertama muncul dalam benak adalah … “Duh, jangan sampai anak2 kehujanan. Nanti bisa sakit lah, bisa ini lah, bisa itu lah”. Kulihat anak2 berlari2 menghindari hujan sambil cekakak-cekikik ramai2 dengan teman2nya. Melihat hal itu, kening langsung berkerut sambil menggerutu begitu mereka mendekati,

Kok jas hujannya nggak dipakai? Nggak kelupaan bawa kan? Udah dibekalin jas hujan kok nggak dipakai siih? Nanti kalau sakit, gimana ??

Segala omelan langsung mengalir lengkap dengan nasihat ini itu. Lalu kupikir : OMG …  i am a fussy mom !! [*yikes ...*]

Saat kulihat teman2 anak2 berlari2 kehujanan sepanjang jalan pulang, kupinggirkan mobil untuk mengangkut mereka. Kupikir, lumayan lah nggak perlu kehujanan walaupun cuma sampai tempat terdekat yang bisa dicapai selewatan jalan pulang kami. Dan ajakanku ramai2 mereka tolak dengan sukses !!

Anak2 di mobil komentar sambil ngetawain mamanya :

Yaaa … mama! Mana mereka mau, kan seru rame2 ujan2an. Kita juga sebenernya tadi pengen kok, ujan2an rame2 !

Ya ampuuuuun … hahahahaha! Betul-betul  deh ya ?!

Kupikir, iya benar juga ya. Jadi ingat jaman sekolah dulu. Payung, jas hujan…no cool, man! Kalau bisa, kita hujan2an rame2 … siapa takut?!

Huh … wished we could turn back time ! Kembali ke masa2 dimana kita tidak harus berpikir mengenai banyak hal …  ’beban’ hidup, kekuatiran, kewajiban, ketakutan [*sigh*].

Well … well … [again] that’s life, friend ! This is our cycle of life, Simba !

hari raya lagi …

ucapan selamat lagi …

aku paling malas sebetulnya menyampaikan ucapan selamat dalam bentuk electronic message, baik sms, email, personal message, tweets, status updates .. artinya, melalui media elektronik apapun kecuali telepon. something personal become impersonal

pertama, ucapan selamat kuanggap sebagai bentuk kedekatan, simpati, sarana berkomunikasi dan berhubungan satu sama lain .. prioritasku adalah teman terdekat, tentunya.  sehingga, aku cenderung hanya berhubungan dengan sejumlah tertentu orang dari friend list-ku, means my very special friends through private media. contohnya, aku lebih suka memberi selamat ulangtahun melalui inbox facebook daripada menulis di wall-nya atau komen di status yang notabene bisa dibaca oleh semua orang di seluruh dunia.

kedua, bentuk ucapan selamat tentunya harus menjadi suatu hal yang personal, yang spesial, khusus dibuat untuk orang-orang spesial, sehingga doa maupun harapan yang tertulis di dalamnya memiliki makna yang dalam, baik bagi si pengirim maupun si penerima. hal-hal seperti itu yang kunilai agak hilang dengan adanya segala sarana yang mengatasnamakan ‘kepraktisan’ saat ini. apalagi dengan sms sama -atau copypaste- dikirim ke semua teman di contact list kita.

satu hal yang selalu saja terlewatkan, bahkan menjadi niatku dalam 2 tahun terakhir, adalah menyampaikan selamat melalui cara konvensional. teringat jaman sekolah dulu … setiap tahun selalu sibuk membuat daftar untuk kartu Lebaran atau Natal yang akan kukirimkan 2 minggu sebelum hari-H. karena kegiatan itu pula, tukang pos selalu menjadi orang yang paling kami tunggu. termasuk kegiatan memasukkan beramplop2 kartu ucapan di bis surat seberang jalan [kalau sudah mepet jam pengambilan -biasanya jam 10.00 dan  14.00- kami berlari2 sebelum keduluan mobil pos yang meng-kolek]. hmmm .. jadi ingat Mr. Postman-nya The Beatles

selain keasikan berkirim surat, tentu menunggu kiriman surat merupakan hal lain yang mengasikkan … berebutan mencari  di antara tumpukan surat di meja makan [bayangkan, kami serumah enam bersaudara], di antara banyak kiriman buat bapak-ibu.

satu hal lagi, biasanya kami lebih senang membuat sendiri kartu ucapan dibandingkan membeli yang sudah jadi dari toko. tentunya butuh waktu dan tenaga ekstra … tapi justru disitu lah letak serunya. kadang, kami bisa menambahkan satu-dua pesan dan gambar bagi orang-orang tertentu. hhh .. those good ol’ days.

memang sayang yah, hal-hal tersebut terpaksa kita tinggalkan. selain alasan klise mengenai waktu dan tenaga, segala kemudahan yang ada sekarang semakin memfasilitasi kemalasan kita … hmmppffh, another excuses ! sayang juga karena anak2 kita saat ini kurang mengenal komunikasi jadul model kita dulu itu [btw, dulu kita kenal banget lho dengan tukang pos yang tiap hari muncul naik sepeda] … hmmm, belum lagi bentuk2 lain macam telegram, kartupos, warkat pos dll.

so, temans …

akhirnya, dengan terpaksa mengatasnamakan segala kepraktisan [dan -lagilagi- alasan klise .. kagak sempat booook] …. dan utamanya, karena aku tak mau melewatkan sedikitpun kesempatan untuk menyampaikan kepada semua teman terdekat :

Selamat Hari Raya – Idul Fitri 1 Syawal 1430 H

Mohon Maaf Lahir Batin

a warm welcome to you

read my mind ...
wished i could read yours ...

interested ?

Tentang Aku

Just simple me ! Oops, bukan ... I'm not just simple, but direct. Bawel, tukang protes, nggak bisa diem, kudu dikasih kesempatan ngomong :). Tapi baik hati dan tidak sombong.

Drawers

My Favorite

tweet me tweet you

Error: Please make sure the Twitter account is public.